Waktunya malam
Akhirnya ia telah tiba
Setelah yang mulia surya tinggalkan singgasana
Tinggalkan jejak jingga di atap biru yg mulai gelap
Burung gereja tak tinggalkan sarang
Takut anaknya hilang di tengah malam
Ia tak mungkin di sini
Ya,benar
Tak mungkin di sini
Buat apa ditunggu
Mungkin dia takut gelap
Tak berani keluar malam
Atau dia takut temui si cantik
Dewi malam yang mungkin tak terlalu ceria malam ini
Dan mungkin akan kesiangan esok hari
Ah...aku mengantuk
Sudah waktunya aku kembali ke lubangku
Kumpulkan daun daun jadi satu
Biar tak dingin tidurku
Karena aku tahu tak ada yang menghangatkanku
Tapi,aku belum mau tidur
Aku masih mau menunggu sesuatu
Sesuatu yang hanya pernah aku lihat sekali
Tapi dia begitu cantik
Lebih cantik daripada dewi malam yg sekarang terlihat pucat
Tapi aku tidak tahu siapa dia
Dan tidak pula aku tahu namanya
Lalu bagaimana kan ku panggil ia nanti
Sudahlah
Aku sudah mengantuk
Mataku sudah tak kuat
Mungkin nanti saja
Mungkin lain kali saja
Masih ada banyak waktu
Sebelum sang elang temukan sarangku
Lalu membawaku ke sarangnya untuk disantap siang
Lain kali sajalah
Waktunya malam
Akhirnya ia telah tiba
Sebaiknya aku tidur saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar